Tweets by Sukandi_Suk ">

Selasa, 12 Januari 2016

Mencinta Dalam Dusta

Dia itu memang baik ke siapapun, karena pada dasarnya dia orang baik. Bukankah karena dia baik kau menyukainya? Jangan ke-GR-an! Dia hanya membalas kebaikanmu. Karena dia tau, si Budi perlu dibalas, si Dendam mah jangan.

Harus ada 1`orang untuk setiap orang, tempat berbagi, bersender, marah, hingga menyerah. Semua kondisi akan kembali baik karena orang itu.

Diam-diam aku menyukaimu juga, diam-diam aku memperhatikanmu, diam-diam aku merindukanmu, dan terkadang aku terdiam karena cemburu. Bahkan saat kau diam-diam mulai menghilang. Aku diam-diam tersenyum melihatmu bahagia dengan orang yang terang-terangan mengingingkanmu.

Hubungan kita semakin intim. Aku senang malam ini bersenang-senang bersamamu. Kita kembali bercerita panjang tanpa bosan. Dari awal perjumpaan hingga seperti sekarang. Bagaimana perasaanmu dan perasaanku? Sambil berpaling muka, kita saling tersenyum masing-masing.

Mendengar orang lain cerita PDKT-nya itu menyenangkan, seru. Sama kalau kita menjalaninya. Kalau PDKT aja banyak mengeluh merasa dirugikan. Mungkin dia mencari status, bukan kebahagiaan. Mungkin dia ingin dibahagiakan bukan membahagiakan.

Kamu tahu apa itu rindu? Keinginan untuk bertemu, menghabiskan waktu, atau apapun itu menurutmu. Bahkan rinduku pun hanya bertepuk sebelah tangan. Tak apa itu urusanku. Tak apa jika kau bertemu dengan yang kau rindu. Aku mah menunggu sambil merindu.

Oh Sundari, apakah sapaanku via doa telah sampai? Atau memang sengaja kau abaikan?

Seharusnya aku tak pernah merasa kehilanganmu, karena aku tak pernah benar-benar memilikimu.

Sebenarnya yang dicari dan diharapkan orang bukanlah “aku suka kamu atau kamu suka aku”. Tetapi kata “saling”-lah yang harusnya orang-orang harapkan. Karena kata “saling”-lah yang membuat kedua belah pihak bahagia, bukan aku ke kamu, dan giliran kamu ke aku (giliran). Bahkan perselingkuhan tidaklah menyakitkan bila suatu pasangan saling selingkuh.

Akan ada putus yang baik-baik saja. Putus yang ideal. Aku akan menemukannya. Jika tidak, pasti seseorang akan menemukannya. Jika tidak, Tuhan akan menjelaskannya via aku, kamu, atau orang lain, kesiapapun yang Tuhan mau. Via mimpi, khayalan, pikiran, atau via apapun yang Tuhan mau. Ada, akan ada, dan harus ada.

Untuk orang sepertiku, yang tak berbidang, berharta, dan tak membuat bangga. Apalagi aku yang bercita-cita ingin bermain. Tak ada perempuan yang sudi aku ajak.

Aku bukan menolak perubahan. Tapi rasanya sangat asing, terombang-ambing. Jika kau mau menjauh bilang saja. Jangan repot-repot, aku yang akan berjalan mundur.

Ah, hanya mimpi. Kemesraan menghilang ketika aku bangun karena girang.

Inilah caraku, aku gamer. Jika ada perempuan, aku ingin ajak dia bermain, jika dia tidak bisa main, bagaimana mungkin dia mampu serius? Main itu bersenang-senang. Aku gamer yang serius.

Boleh aku merindukanmu? Hari ini saja. Jika boleh, makasih. Besok aku akan menanyakan hal yang sama. Jika tidak, tak apa-apa. Aku akan menolak jawabanmu.

Dan jatuh cinta membuat orang beranggapan sesuatu itu miliknya tapi nyatanya bukan. Ingin memastikan sesuatu tapi tak punya keberanian. Dan aku bukan.

Kau tau? Ini ke-3 kalinya. Aku hanya membisu, tak menceritakan bermimpi denganmu. Kau tau? Ini rindu. Selalu.

Aku lihatin kamu, ko kamu senyum-senyum terus ke aku? Ah, ternyata yang kupandang itu Cuma poto kamu yang tersenyum. Aku curi dari profilmu.

Aku tak mau kamu, ish, memangnya kau segalannya? Rindu? Tidak! Cemburu? Apalagi -_-. Kau tau? Aku bohong.

Kicauan burung memang lebih merdu, tapi bukan itu yang ingin aku dengar. Kau memaki pun tak apa, itu pertanda kau masih ada di bumi.

Jika bumi ini runtuh, aku akan meninggalkanmu. Tapi itu jika, gak jadi deh ninggalinnya.

Selama kau bersenang-senang dengan orang yang terduga jodohmu. Aku nyiapin banyak hal nantinya untukmu.

Jika Tuhan tidak menghendaki, aku bisa apa? Jika Tuhan tidak menghendaki, kamu bisa apa? Jika Tuhan tidak menghendaki, dia bisa apa?

Ini rindu. Bukan paksaan untuk bertemu. Hanya harapan perasaan yang sama dari hatimu.

Keduanya berat, tapi tidak dapat diukur. Ini tentang ngantuk dan rindu. Kau tau obatnya? Tidur, kantukmu hilang, rindumu terobati dengan mimpi.

Ah, siapa yang bertanggung jawab atas jebolnya bendungan gengsiku ini. Kangen kah? Rindu kan? Senyummu meluluhlantahkannya.

Aku tidur saja, barangkali kau sudah siap bermain dialam (mimpi) sana.

Bahkan perselingkuhan tidaklah menyakitkan. Jika keduanya “saling” selingkuh.

Dan apalah arti rinduku, cemburuku, bila itu hanaya mengikis kebahagiaanmu. Cukup aku yang merasakan kekurang nyamanan ini, jangan terlalu banyak yg merasakan, cukup seorang. Aku saja.

Kita semua memulai perjalanan dari titik 0 KM. Entah perjalanan kita mulus atau berliku. Jika kita harus terhenti sejenak ditengah jalan, bahkan bila kesusahan. Kita tidak boleh berhenti. Lanjutkanlah hidup! Ingat. Orang tua menunggu kabar kita sampai tujuan. Teman perjalanan boleh berganti. Berbaik hatilah karena mereka sampat menemani. Tapi, Tuhan hanya memilih seseorang untuk teman hidupmu. Percayalah.

I’m fun if you fine. I’m fine if you fun.

Banyak jerawat nih. Mitosnya sih itu tanda kangen. Bohong! Jangan percaya! Kalau itu benar, maka tak setitik pun wajah ini melainkan tertutupi semua oleh jerawat. Rinduku tak punya alat ukur. Maka rinduku yang manakah yang engkau dustakan?

Aku suka permainan ini, kehidupan ini. Apabila kau mendapatiku terdiam, bukan berarti aku tidak menikmati. Aku akan tersenyum bahkan tertawa walau aku sedang kepayahan. Cepat atau lambat, aku harus belajar rela dan ikhlas atas kehendak-Nya.

Iya. Kita memang tidak bisa menyalahkan perasaan, apalagi Sang Pemberi Perasaan. Salahkan kamu yang menyikapinya saja.

Kalian nanya ada apa dengan kami? Hhhhhmmmmm aku bukan siapa-siapanya dia, dan dia? Bukan siapa-siapanya aku.

Mata ini lelah, memelas untuk istirahat. Tapi, telinga ini masih kuat untuk menunggu ucapan tidur darimu.

Tak ada yang lebih sepi dibandingkan aku ngocoblak dan kamunya jempe.

Dan sesuatu yg tidak berbentuk namun mempunyai berat adalah ngantuk dan rindu. Aku mau tidur untuk kantuku dan obat rindu ala mimpi.

Buku apa yang kamu baca? Aku suka pemikiranmu! Pengalaman apa yang kau dapat? Aku suka sikapmu! Aku suka cara kamu memandang dunia, aku suka cara kamu menyikapi kehidupan. Oh, aku suka kamu!

Aku pernah merasakan diperhatikan dan memperhatikan, saling menyapa, saling merindu, saling menyukai, bahkan saling cemburu. Seolah-olah kami seperti sepasang kekasih. Tapi sekarang aku tak tau apa yang terjadi. Hanya merasa kehilangan.

Kenapa kau ditutupi selimut? Apakah kau kedinginan? Oh tentu tidak. Mungkin kau tak ingin melihatku. Kalau begitu aku titip salam, “ selamat pagi”. Tolong sampaikan ke seseorang yang menutupi dirinya dibalik selimut.

Dan apalah arti rinduku, cemburuku bila itu hanya mengikis kebahagianmu. Cukup aku yang merasakan kekurang-nyamanan ini. Cukup seorang. Aku saja.

Melihatmu sedih membuatku sedih juga. Kau adalah bukti ketidak-becusanku membahagiakan seseorang.

Laki-laki itu berjuang diawal. Perempuan itu berjuang ditengah. Karena akhir adalah milik Tuhan. Jika kamu mampu, berjuanglah! Tapi jangan banyak ngeluh. Jika tdk mau berjuang, pergilah! Tak ada jaminan seseorang itu adalah jodohmu. Jangan memandang rendah seseorang karena 1 sudut pandang saja.

Hanya karena perubahan kamu menyalahkan orang lain? Hanya karena lelaki berjuang diawal, perempuan menyalahkannya? Lelaki pernah berjuang, perempuan punya giliran di tengah. Diakhir adalah urusan Tuhan. Jika tak mau berjuang, tinggalkan saja. Tapi ingat! Jangan salahkan.


Inilah aku dan permainanku, akan aku beritahu tutorial game dsb hingga kau menjadi jelas. Jika kau mau ikutan, aku akan set – new game – multiplayer. Nanti kau akan mendapati checkpoint dari apa yang telah kita jalani, kita bisa save dan load game sesuka kita. Tergantung kita, apakah kita termasuk pasangan player yang akan game over/ menyelesaikan ini. Permainan (kebahagiaan) itu aku sebut “hubungan”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salawe

Rasanya cukup aneh, 25 tahun menempati raga tanpa pernah benar-benar tau ini siapa. Aneh juga rasanya, memakai otak tanpa pernah terpikir i...