Kamu tau apa hal terindah dari senja? Bukan
lembayung yg sering orang sebut dengan sunset (yg mereka upload berpasangan).
Tapi, itulah saat terkahir aku melihat manisnya senyummu, sebelum malam
menggelapkan mata. *selamat malam Sundari
Hubungan matahari dengan bumi: matahari selalu
memberikan sinarnya kepada sang kekasih (bumi). Bahkan saat malam, dia menitipkan
pada bulan. Romantis!
Dan matahari masih setia menunggu kekasihnya yang
bermain dalam dunia gelap.
Dalam malamku, aku titipkan rindu pada gelap yang
menyelimuti bumi. Jika mentai datang, rinduku tak hilang. Hanya menunggu waktu
yang tepat untuk kembali.
Jika rinduku ini sebuah malam yang gelap, kau jangan
mengutuknya. Tidurlah. Lewati dengan ketenangan.
Malam yang nihil untuk semangat siang yang tenggelam
bersama petang. Semoga pagi menghadirkanmu kembali.
Malam ini lebih berwarna, walau sejatinya malam itu
gelap. Tentu ada alasannya.
Oh malam, kenapa kau gelap? Bukankah karenamu banyak
orang yang mendapatkan pencerahan?
Gravitasi bumi membuat semua benda jatuh. Termasuk
hati manusia yang jatuh cinta terhadap keindahannya. Semoga tdk terlena ke dasar
kesengsaraan.
Ia, jika kau memang bintang, maka aku tak dapat
memilikimu. Tapi aku masih bisa menikmatimu dari kejauhan.
Jangan pernah bermimpi menghilangkan kegelapan,
karena semakin terang cahaya maka semakin pekat bayangannya.
Berhenti berfikir kemungkinan hidup di tempat lain.
Jika bumi tak kau hancurkan tentu lebih indah di sini! Bumi adalah sepetak
tanah surga yang sengaja Tuhan perlihatkan untuk manusia, agar mereka
termotivasi kembali. Bukan terlena!
Rahasiakan rahasiaku, karena aku merahasiakan rahasiamu.
Biarkan rahasia tetap jadi rahasia. Tutupilah seperti malam yang selalu
berhasil menyembunyikan mentari setiap harinya.
Terlalu banyak cahaya itu tidak baik. Dapat
menyilaukanmu, kemudian matamu terpejam karenanya. Akhirnya nemu yang gelap
juga kan?
Sunrise dan sunset itu tak benar-benar ada. Itu
hanya istilah penduduk bumi. Matahari itu pusatnya, dia tidak kemana-mana
(diam). Sama sepertiku. Kau saja yang terkadang melirik dan berpaling.
Hujan. Jangan ragu-ragu untuk turun, sekarang
manusia membutuhkanmu. Apa manusia kuat tanpamu?
Jika penghujan, mereka bisa mengebumikan air langit
itu. Jika kemarau air itu akan membasahimu dari dalam. Oh, biopori.
Jika kelebihan, mereka memakimu. Jika kekurangan,
mereka memintamu. Jika pas, mereka melupakanmu. Ah manusia. *hujan
Yang kita harapakan dari tanaman adalah asri. Bukan
gersang ataupun hieum.
Air menjadi simbol ketenangan, beda lagi dengan air
mata yang jadi simbol kepedihan. Tapi berbeda dengan air mata bahagia. Emang
ada? Semacam ketenangan yang pedih? Atau kepediahan yang menenangkan? Kau harus
tenang, walau sedang merasa kepedihan.
Aku menyukainya dengan diam-diam, seperti matahari
yang mengambil air dari tiap penjuru bumi. Aku merindukannya dengan amat
sangat, seperti hujan deras yang jatuh, namun tak kesakitan. Dan aku berharap
dia datang seperti pelangi sesudah air membasahi pipi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar