Tweets by Sukandi_Suk ">

Minggu, 10 Januari 2016

Aku Hanya Makhluk-Mu

Menghina Tuhan itu mudah. Kau khawatir akan jodoh aja. Jodohmu siapa, seperti apa, dan kapan datang. Kau sudah menghina Tuhan. Jangan Khawatirkan jodoh.

Aku punya rencana untukku pribadi dan untuk kita. Kau punya rencana untukmu pribadi dan untuk kalian. Aku tidak akan memaksakan rencanamu harus sama denganku, itu akan membuatmu tidak bahagia. Aku hanya berharap, rencanaku sama dengan rencananya Tuhan. Dan Tuhan akan membuatmu bahagia via aku. Sundari maafkanlah harapanku ini.

Inilah 2 akibat dari 1 sebab. Yaitu mereka yg tidak taraweh ke mesjid karena ngantuk dan boker. Kedua-duanya disebabkan makan terlalu banyak. Bukankah berhenti sebelum kenyang? Bukankah solusi takut mubazir adalah dengan berbagi?

Ketika adzan Tuhan hendak mengusir kita dari rumah, dan mempersilahkan kita berkunjung kerumahnya.

Kita semua sama dimata Tuhan. Jadi jangan diperdebatkan, jangan diseragamkan.

Semua sama dimata Tuhan, kecuali satu hal. Semua sama dimata saya, kecuali beberapa hal.

Rindu otomatis akan membuatmu mengucapkan namanya, selalu. Jika kau tak berdzikir, jangan berkata kau mencintai Tuhan. Dasar pembohong!

Okeh. Kita buat perencanaan. Masalah sukses sama gagal mah, gimana nanti. “perjuangan dan doa” dulu ceuk pak haji Rhoma Irama mah.

Kita manusia Maha Bodoh, Maha Labil, Maha Linglung. Katanya ingin orang baik, tapi kelakuan buruk. Tau ayat-ayat Al-Qur’an (An-Nuur:26), tapi tidak mengimaninya. Orang baik itu membosankan yah? Karena kita sering mengabaikan orang baik untuk orang yang terlihat baik. Sampai ada istilah “kamu terlalu baik buat aku”. Kita inginnya apa? Ingat! Kita manusia Maha Buruk!

Ini tentang orang yang percaya Tuhan tapi merendahkan Tuhan. Dia tahu, hafal An-Nur: 26 tapi tidak memperbaiki diri. Dia berdoa jodoh yang baik, tapi pacaran diluar nikah. Dia percaya Allah Maha Adil, tapi lupa dia menyakiti lebih dari satu orang. Kamu khawatir mengenai jodoh, maka kamu sudah menghina Tuhan.

o   Kenapa kau memakai kata “Tuhan”? apa agamamu?
§  Aku pakai “Tuhan”, “Hyang”, “Pangeran” dll dsb dst dkk tak masalah. Bukankah sudah jelas “Tiada Tuhan Selain Allah”. Setidaknya aku percaya itu.
o   O atuh.
§  Bahkan “O” darimu membuatku kagum. Artinya kau sudah mengetahui jawabannya. Kau hanya tidak mau aku tersesat.

o   Harus setiap saat. Allah aja setiap saat baik sama hamba-Nya.

§  Ih gak bisa! Kalau aku setiap saat baiknya, ntar ada yg ijin mau nyembah aku gimana? Kan ahad!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salawe

Rasanya cukup aneh, 25 tahun menempati raga tanpa pernah benar-benar tau ini siapa. Aneh juga rasanya, memakai otak tanpa pernah terpikir i...