Menghina
Tuhan itu mudah. Kau khawatir akan jodoh aja. Jodohmu siapa, seperti apa, dan
kapan datang. Kau sudah menghina Tuhan. Jangan Khawatirkan jodoh.
Aku
punya rencana untukku pribadi dan untuk kita. Kau punya rencana untukmu pribadi
dan untuk kalian. Aku tidak akan memaksakan rencanamu harus sama denganku, itu
akan membuatmu tidak bahagia. Aku hanya berharap, rencanaku sama dengan
rencananya Tuhan. Dan Tuhan akan membuatmu bahagia via aku. Sundari maafkanlah
harapanku ini.
Inilah
2 akibat dari 1 sebab. Yaitu mereka yg tidak taraweh ke mesjid karena ngantuk
dan boker. Kedua-duanya disebabkan makan terlalu banyak. Bukankah berhenti
sebelum kenyang? Bukankah solusi takut mubazir adalah dengan berbagi?
Ketika
adzan Tuhan hendak mengusir kita dari rumah, dan mempersilahkan kita berkunjung
kerumahnya.
Kita
semua sama dimata Tuhan. Jadi jangan diperdebatkan, jangan diseragamkan.
Semua
sama dimata Tuhan, kecuali satu hal. Semua sama dimata saya, kecuali beberapa
hal.
Rindu
otomatis akan membuatmu mengucapkan namanya, selalu. Jika kau tak berdzikir,
jangan berkata kau mencintai Tuhan. Dasar pembohong!
Okeh.
Kita buat perencanaan. Masalah sukses sama gagal mah, gimana nanti. “perjuangan
dan doa” dulu ceuk pak haji Rhoma Irama mah.
Kita
manusia Maha Bodoh, Maha Labil, Maha Linglung. Katanya ingin orang baik, tapi
kelakuan buruk. Tau ayat-ayat Al-Qur’an (An-Nuur:26), tapi tidak mengimaninya.
Orang baik itu membosankan yah? Karena kita sering mengabaikan orang baik untuk
orang yang terlihat baik. Sampai ada istilah “kamu terlalu baik buat aku”. Kita
inginnya apa? Ingat! Kita manusia Maha Buruk!
Ini
tentang orang yang percaya Tuhan tapi merendahkan Tuhan. Dia tahu, hafal
An-Nur: 26 tapi tidak memperbaiki diri. Dia berdoa jodoh yang baik, tapi
pacaran diluar nikah. Dia percaya Allah Maha Adil, tapi lupa dia menyakiti
lebih dari satu orang. Kamu khawatir mengenai jodoh, maka kamu sudah menghina
Tuhan.
o Kenapa
kau memakai kata “Tuhan”? apa agamamu?
§ Aku
pakai “Tuhan”, “Hyang”, “Pangeran” dll dsb dst dkk tak masalah. Bukankah sudah
jelas “Tiada Tuhan Selain Allah”. Setidaknya aku percaya itu.
o O
atuh.
§ Bahkan
“O” darimu membuatku kagum. Artinya kau sudah mengetahui jawabannya. Kau hanya
tidak mau aku tersesat.
o Harus
setiap saat. Allah aja setiap saat baik sama hamba-Nya.
§ Ih
gak bisa! Kalau aku setiap saat baiknya, ntar ada yg ijin mau nyembah aku
gimana? Kan ahad!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar