Sun: eumh, boleh gak berkendaranya dipercepat?
Suk: kenapa? kamu terburu-buru?
Sun: enggak. cuma pengen tau aja. kamu bisa 90 gak.
Suk: bisa aja. tapi males.
Sun: sekali aja. sebentar. yg penting 90. ntar langsung biasa lagi. aku ingin.
Suk: ya sudah. sebentar yah.
aku lagi berpikir untuk ke jalur mobil. tapi, takut ada polisi ntar di tilang. memalukan dan ngabisin uang. malas kan.
dan sudah mencapai mendekati 90. dia malah nunduk, menyembunyikan wajahnya ke tas punggungku. dan memegang erat tasku.
Suk: kenapa nunduk? sembunyi gitu.
Sun: males liatnya.
Suk: kan kamu yg minta.
Sun: udah dikabulin kok. makasih.
aku tau. sekarang. malam ini. di jalan ini. kau hanya bisa memegang tasku. nanti lain kali. kau bisa melingkarkan tanganmu ke badanku yg kurus, tapi sedikit buncit ini. iya, nanti kau bisa peluk aku, dan aku terus terang saja mau, da gak bakalan nolak. gak tau kapan, nanti aja. mungkin saat cincin melingkari jarimu. atau saat hubungan kita sudah seperti lingkaran. gak berujung, gak berakhir.
sekarang aku mau berterima kasih dulu kepada para pejabat, mandor dan tukang yg telah melaksanakan proyek jalan Soetta Bandung ini. seolah kalian telah menyiapkan untuk aku dan Sundari membuat kenangan di Kota ini. Nuhun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar