aku adalah nyiur melambai
ditepi putihnya bibir pantai
meratapi kisah kasih tak sampai
mengajakmu menepi agar mudah kugapai
kau pergi bersama seseorang
dgn dia yg selalu bilang
bahwa dihatinya hanya ada sayang
akupun begitu, walau tdk bicara lantang
bagaimana bisa? kalau lidahku sibuk bersilat
agar sang fajar tidak begitu menyengat
bagaimana bisa? kalau bibirku trus meniru angin santai
yang membelai rambutmu helai demi helai
bagaimana bisa? kalau mulutku terus komat-kamit
membaca mantra penenang saat kau pergi tanpa pamit
sudahlah kurelakan saja kau menghilang.
dan saat kau hendak pulang
mungkin aku masih ada, mungkin juga sudah ditebang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar