Tweets by Sukandi_Suk ">

Minggu, 29 Januari 2017

Larangan!

Ini namanya tebingkeraton. iya, seharusnya ngambil poto pas berdiri dibatu dan bawahnya pohon. tapi sengaja, biar kuceritakan saja.

begini;
disini kau bisa lihat tangkuban parahu. tapi kusarankan kau jangan kesini, sebab jalannya jelek tak sebagus masuk komplek.
disini kau bisa lihat bandung, tapi kusarankan kau jangan kesini, sebab mobil yang biasa kau tumpangi dengan kekasihmu harus diberhentikan jauh sebelum pintu masuk.
disini kau bisa menghirup udara sejuk, tapi kusarankan kau jangan kesini, sebab kau akan 'lelah, cape, takut sakit', persis seperti saat kau menolak ajakan ku.
serius kau jangan kesini. memang benar pemandangannya indah. tapi kusarankan kau jangan kesini. sebab, wajah serta kulit yang kau rawat itu akan luntur oleh keringat.

pokoknya kau jangan kesini!!!
sebab. disini ada aku. seorang pria yang kau hindari keberadaannya.

Minggu, 22 Januari 2017

Senja Sepekan

Senja, timing mu pas. Datang ketika orang-orang butuh penenang. Setelah lelah aktifitas seharian, kau datang menawarkan keindahan. Senja menghadirkan rona menakjubkan, tepat sebelum bumi tergelapkan. Memang, kau ahlinya dalam membuat kenangan. Seperti cerita sepekan ini:

Senja hari Senin
Kau datang dan menjadi sosok yang ngangenin. Tiba-tiba jumpa mendekatkan diri. Membuat macam lelucon buatku berseri-seri. Kupikir ini takdir Ilahi. Dalam khayalku; akhirnya sebentar lagi aku tak sendiri.

Senja hari Selasa
Hatiku ranum disebabkan rasa. Apa ini? Bukankah baru kemaren kita kembali bicara. Mengekspresikan 'kamu' lewat berbagai aksara. Mengirim 'selamat pagi', yang kau balas dengan tanya; 'kamu sedang apa?'

Senja hari Rabu
Cinta semakin menggebu-gebu. Debur ombak tak sebising debar jantungku, saat kau isi celah jemariku. Genggamanmu semakin keras, seolah kau tak ingin dilepas. Dan senja, tak sejingga senyummu.

Senja hari Kamis
Kau bilang aku seorang humoris. Mampu menenangkan setiap tangis. Aku senang terlahir didunia dan senang telah menyenangkanmu. Semua hal kita tertawakan, mungkin terlihat sia-sia, yang penting kita sepakat bahagia.

Senja hari Jum'at
Tersiar kabar yang membuatku skakmat. Mereka berkata; kau baru putus dengannya kemaren lusa. Terhianati oleh pria yang mengobral cinta. Aku; mencoba tidak peduli, yang harus ku lakukan adalah datang untuk verifikasi.

Senja hari Sabtu
Jiwa-ragaku telah bersatu. Kini kutekadkan datang kerumahmu. Yang kuharap sambutan diruang tamu. Namun kau tak ada, beserta kabar yang mulai menghilang. Kecewa memang, namun tetap bersabar.

Senja hari Minggu
Kuputuskan untuk menunggu. Ditempat sama kita sering bertemu. Bersabar dengan segala resiko terburuk seperti hati yang pernah terpuruk. Sungguh menyakitkan meski hanya sekedar lamunan.

Ah. Akhrinya kau datang. Namun aku salah mengira. Kupikir kau tersadar, nyatanya akulah yang tertampar, oleh kata-kata perpisahan.

Kamis, 19 Januari 2017

Masalah Epul, Masalah Kita Semua

Pernah aku melihat Epul dalam suatu keadaan yang jika aku menjadi dia, aku malas menjalaninya. Begini ceritanya. Waktu itu adalah saat dimana dia berada pada situasi yang menegaskan bahwa dia sedang mengalami kegagalan. Jadi, pas hari itu banyak orang yang bicara tentangnya, mendadak semua orang mengetahui ceritanya, mendadak semua seolah sudah akrab dengannya. Mendadak semua orang merendahkan, mencibir, mengumpat, hingga melaknat. Ya. Yang aku tau dia tidak berhasil dalam menyelesaikan sesuatu.

Kurang lebih ini percakapan mereka;
Fulan: Kenapa kamu berhenti?
Fulanah: Kenapa tidak melanjutkan?
Fulansky: Mana omonganmu waktu dulu?
Fulanov: Segini saja bisa mu?
Fulanova: Segitu aja udah menyerah?
Fulanoy: Dasar lemah! Dasar payah!
Fulanic: Penakut!
Fulanudin: Pecundang!

Setelah itu. Ku lirik mukanya. Lah. Kenapa dia tersenyum? Dan akhirnya orang-orang yang menghakiminya pun pergi bergiliran. Persis ketika mereka mencacimaki. Ku tanya saja dia yang masih tersenyum tak ada manisnya itu.

Aing: Kenapa maneh malah senyum?
Epul: Hahahhaa
Ketawa jawabnya.
Aing: Kenapa sekarang tertawa?
Epul: Hahaha iya. Harusnya urang tersenyum di media pencitraan. Bukan disini.
Aing: Hahahhaa.
Kemudian aku tertawa.dan mengajak dia maen winning eleven.


Ku pikir bener juga dia. Tertawa diatas penderitaan orang lain itu dilarang. Maka tertawalah diatas penderitaanmu sendiri. Eweuh gawe sih. Tapi anjir, hade lah!

Minggu, 15 Januari 2017

Gudang Ilmu

Begini

Hari ini aku berniat untuk membetulkan hape. Ke BEC tentunya. Parkirlah diGramedia. Jalan dan memasuki BEC lewat bangunan lama. Menaiki tangga eskalator yg mati, kemudian menuruni tangga yang bukan eskalator. Mencari mencari, tengok kanan-kiri dan terus mencari. Kemudian sampailah didepan counternya. Di cuekkin. Terus aku sapa si aa-aanya. Akhirnya menoleh juga. Ini kesempatan untuk ku bicara. Keluh kesah aku sampaikan. Namun dia cuek melebihi perempuan bete yang pernah ku temui. Kamvret sekali. Meskipun ketus, mau gak mau aku harus berbicara kepadanya. Begini:

Urg: a, hape saya bermasalah. kayak gini nih
ku jelaskan sambil ku praktekkan ke si aa nya.
Aa: ini mah harus di flash
Urg: ya udah. berapa emang?
Aa: Rp. 150.000 dan selesai sekitar 3 hari. Kalau pake garansi cuma Rp. 80.000,00 dan 20 - 30 hari pengerjaan
Urg: oh, terima kasih, nanti lagi aja

Busyet, mahal dan lama juga pengerjaannya, kirain garansi mah gratis dan kalaupun ada harganya bisa di tunggu seharian. Ah. Dan paling penting pelayanannya. Tak seramah ketika mereka menjual barang ke calon konsumennya. Seperti dulu yang mereka lakukan padaku. "Mereka Berubah".
Harusnya aku pintar, biar bisa nge-"flash" sendiri kalau hape bermasalah. Atau apapun itu. Menolong diri sendiri, dan mungkin orang lain. Andai aku pinter.

Liat-liat buku ah. Pikirku. Dan berjanlah aku keGramedia. Melihat buku membuat hatiku bahagia. Bukan karena kutu buku atau mahasiswa rajin atau orang pintar lainya. Jangan berpikir seperti itu. Aku kesini karena suka wangi buku baru. Gak deng. 
Didepan kumpulan sastra , aku tak merasakan hawa ingin membaca. Meski disini banyak buku dari pengarang ternama. Ke politik dan tata negara. Aku memang tidak suka, namun aku harus belajar agar tidak dipolitisir oleh mereka. Tapi. . . Ah, nanti saja.

Sekarang berjalan ke arah masa lalu. Sejarah. Senang, indah, bahagia. Ingin semua ku bawa, tapi tak ada duitnya. Mungkin kesukaanku disini. Takdirku di sini. Tapi itu terlalu bullshit untuk orang yang belum lulus di semester sekian ini. Yah. BULLSHIT. Apa aku terlalu betah di jurusan ini? Apa aku pembohong yang bilang suka, padahal di awal berniat 'daripada gak kuliah' ? atau pertanyaan lainnya?

Sumpah. Aku tak tau jawaban atas pertanyaanku ini. Terima kasih, jika ingin membantu mencari jawabannya. Akhirnya aku beli 3 buku. Senilai Rp. 204.500. Mana yang lebih mahal dari servis hape?
Tak lupa aku ngobrol dengan kasir.

kasir: semuanya jadi Rp. 204.500
kemudian aku bayar dengan Rp. 205.000.
kasir: ada 500 nya?
urang: gimana gimana?. Aku heran.
kasir: mas ada 500 nya?
urang: emang kurang yah mbak?

Begitulah ceritanya.

Jumat, 13 Januari 2017

BISPAK!!!

sadarlah!
aku telah mencintaimu dengan mendesah-desah. mencibir setiap pria datang dengan berjuta-juta rupiah.. menikmati rasa sakit yg membuat gairahku bangkit. kusamarkan suara menjerit dengan hanya mampu berkata "ah~ah~ah" pelan ditelingamu.
sebimbang kamu memastikan hubungan kita, sebingung aku mengekspresikannya. sehingga yang kau dengar hanya keluhku "oh no ~ oh yes". begitu. disusul teriakan seperti di dalam air. bergemuruh namun tak terdengar apapun. suaraku habis. di bungkam oleh ancaman dan rayuan pernikahan.

curhatan perempuan bodoh namun malang.

14 Februari

Kekasih Gelap

hey kamu, iya kamu.
gak usah cari pojokan buat pacaran.
pacaran saja didepanku.
genggam dia kalau kau takut di tinggal.
peluk dia kalau itu di rasa nyaman.

hey kamu, iya kamu.
terangan-terangan saja pacarannya.
uploadlah poto kalian.
umbar saja kemesraan.
barangkali dia butuh pengakuan.

hey kamu, iya kamu.
jangan meremehkanku.
aku adalah kekasihmu yang paling kuat.
paling hebat, tak terkalahkan, melebihi Kabutaku.

aku, iya aku.
adalah kekasihmu yang terus menerus benderang.
meski aku hanya kekasih gelapmu.
jadi, jangan menilai bahwa aku akan kelam.

Salawe

Rasanya cukup aneh, 25 tahun menempati raga tanpa pernah benar-benar tau ini siapa. Aneh juga rasanya, memakai otak tanpa pernah terpikir i...