Tweets by Sukandi_Suk ">

Kamis, 19 Januari 2017

Masalah Epul, Masalah Kita Semua

Pernah aku melihat Epul dalam suatu keadaan yang jika aku menjadi dia, aku malas menjalaninya. Begini ceritanya. Waktu itu adalah saat dimana dia berada pada situasi yang menegaskan bahwa dia sedang mengalami kegagalan. Jadi, pas hari itu banyak orang yang bicara tentangnya, mendadak semua orang mengetahui ceritanya, mendadak semua seolah sudah akrab dengannya. Mendadak semua orang merendahkan, mencibir, mengumpat, hingga melaknat. Ya. Yang aku tau dia tidak berhasil dalam menyelesaikan sesuatu.

Kurang lebih ini percakapan mereka;
Fulan: Kenapa kamu berhenti?
Fulanah: Kenapa tidak melanjutkan?
Fulansky: Mana omonganmu waktu dulu?
Fulanov: Segini saja bisa mu?
Fulanova: Segitu aja udah menyerah?
Fulanoy: Dasar lemah! Dasar payah!
Fulanic: Penakut!
Fulanudin: Pecundang!

Setelah itu. Ku lirik mukanya. Lah. Kenapa dia tersenyum? Dan akhirnya orang-orang yang menghakiminya pun pergi bergiliran. Persis ketika mereka mencacimaki. Ku tanya saja dia yang masih tersenyum tak ada manisnya itu.

Aing: Kenapa maneh malah senyum?
Epul: Hahahhaa
Ketawa jawabnya.
Aing: Kenapa sekarang tertawa?
Epul: Hahaha iya. Harusnya urang tersenyum di media pencitraan. Bukan disini.
Aing: Hahahhaa.
Kemudian aku tertawa.dan mengajak dia maen winning eleven.


Ku pikir bener juga dia. Tertawa diatas penderitaan orang lain itu dilarang. Maka tertawalah diatas penderitaanmu sendiri. Eweuh gawe sih. Tapi anjir, hade lah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salawe

Rasanya cukup aneh, 25 tahun menempati raga tanpa pernah benar-benar tau ini siapa. Aneh juga rasanya, memakai otak tanpa pernah terpikir i...