Dia itu memang baik ke siapapun, karena pada
dasarnya dia orang baik. Bukankah karena dia baik kau menyukainya?
Jangan ke-GR-an! Dia hanya membalas kebaikanmu. Karena dia tau, si Budi perlu
dibalas, si Dendam mah jangan.
Harus ada 1`orang untuk setiap orang, tempat berbagi,
bersender, marah, hingga menyerah. Semua kondisi akan kembali baik karena orang
itu.
Diam-diam aku menyukaimu juga, diam-diam aku
memperhatikanmu, diam-diam aku merindukanmu, dan terkadang aku terdiam karena
cemburu. Bahkan saat kau diam-diam mulai menghilang. Aku diam-diam tersenyum
melihatmu bahagia dengan orang yang terang-terangan mengingingkanmu.
Hubungan kita semakin intim. Aku senang malam ini bersenang-senang bersamamu. Kita kembali
bercerita panjang tanpa bosan. Dari awal perjumpaan hingga seperti sekarang.
Bagaimana perasaanmu dan perasaanku? Sambil berpaling muka, kita saling
tersenyum masing-masing.
Mendengar orang lain cerita PDKT-nya itu
menyenangkan, seru. Sama kalau kita menjalaninya. Kalau PDKT aja banyak
mengeluh merasa dirugikan. Mungkin dia mencari status, bukan kebahagiaan.
Mungkin dia ingin dibahagiakan bukan membahagiakan.
Kamu tahu apa itu rindu? Keinginan untuk bertemu,
menghabiskan waktu, atau apapun itu menurutmu. Bahkan rinduku pun hanya
bertepuk sebelah tangan. Tak apa itu urusanku. Tak apa jika kau bertemu dengan
yang kau rindu. Aku mah menunggu sambil merindu.
Oh Sundari, apakah sapaanku via doa telah sampai? Atau
memang sengaja kau abaikan?
Seharusnya aku tak pernah merasa kehilanganmu,
karena aku tak pernah benar-benar memilikimu.
Sebenarnya yang dicari dan diharapkan orang bukanlah
“aku suka kamu atau kamu suka aku”. Tetapi kata “saling”-lah yang harusnya
orang-orang harapkan. Karena kata “saling”-lah yang membuat kedua belah pihak
bahagia, bukan aku ke kamu, dan giliran kamu ke aku (giliran). Bahkan
perselingkuhan tidaklah menyakitkan bila suatu pasangan saling selingkuh.
Akan ada putus yang baik-baik saja. Putus yang
ideal. Aku akan menemukannya. Jika tidak, pasti seseorang akan menemukannya.
Jika tidak, Tuhan akan menjelaskannya via aku, kamu, atau orang lain,
kesiapapun yang Tuhan mau. Via mimpi, khayalan, pikiran, atau via apapun yang
Tuhan mau. Ada, akan ada, dan harus ada.
Untuk orang sepertiku, yang tak berbidang, berharta,
dan tak membuat bangga. Apalagi aku yang bercita-cita ingin bermain. Tak ada perempuan
yang sudi aku ajak.
Aku bukan menolak perubahan. Tapi rasanya sangat
asing, terombang-ambing. Jika kau mau menjauh bilang saja. Jangan repot-repot,
aku yang akan berjalan mundur.
Ah, hanya mimpi. Kemesraan menghilang ketika aku
bangun karena girang.
Inilah caraku, aku gamer. Jika ada perempuan, aku
ingin ajak dia bermain, jika dia tidak bisa main, bagaimana mungkin dia mampu
serius? Main itu bersenang-senang. Aku gamer yang serius.
Boleh aku merindukanmu? Hari ini saja. Jika boleh,
makasih. Besok aku akan menanyakan hal yang sama. Jika tidak, tak apa-apa. Aku
akan menolak jawabanmu.
Dan jatuh cinta membuat orang beranggapan sesuatu
itu miliknya tapi nyatanya bukan. Ingin memastikan sesuatu tapi tak punya
keberanian. Dan aku bukan.
Kau tau? Ini ke-3 kalinya. Aku hanya membisu, tak
menceritakan bermimpi denganmu. Kau tau? Ini rindu. Selalu.
Aku lihatin kamu, ko kamu senyum-senyum terus ke
aku? Ah, ternyata yang kupandang itu Cuma poto kamu yang tersenyum. Aku curi
dari profilmu.
Aku tak mau kamu, ish, memangnya kau segalannya?
Rindu? Tidak! Cemburu? Apalagi -_-. Kau tau? Aku bohong.
Kicauan burung memang lebih merdu, tapi bukan itu
yang ingin aku dengar. Kau memaki pun tak apa, itu pertanda kau masih ada di
bumi.
Jika bumi ini runtuh, aku akan meninggalkanmu. Tapi
itu jika, gak jadi deh ninggalinnya.
Selama kau bersenang-senang dengan orang yang
terduga jodohmu. Aku nyiapin banyak hal nantinya untukmu.
Jika Tuhan tidak menghendaki, aku bisa apa? Jika
Tuhan tidak menghendaki, kamu bisa apa? Jika Tuhan tidak menghendaki, dia bisa
apa?
Ini rindu. Bukan paksaan untuk bertemu. Hanya
harapan perasaan yang sama dari hatimu.
Keduanya berat, tapi tidak dapat diukur. Ini tentang
ngantuk dan rindu. Kau tau obatnya? Tidur, kantukmu hilang, rindumu terobati
dengan mimpi.
Ah, siapa yang bertanggung jawab atas jebolnya
bendungan gengsiku ini. Kangen kah? Rindu kan? Senyummu meluluhlantahkannya.
Aku tidur saja, barangkali kau sudah siap bermain
dialam (mimpi) sana.
Bahkan perselingkuhan tidaklah menyakitkan. Jika
keduanya “saling” selingkuh.
Dan apalah arti rinduku, cemburuku, bila itu hanaya
mengikis kebahagiaanmu. Cukup aku yang merasakan kekurang nyamanan ini, jangan
terlalu banyak yg merasakan, cukup seorang. Aku saja.
Kita semua memulai perjalanan dari titik 0 KM. Entah
perjalanan kita mulus atau berliku. Jika kita harus terhenti sejenak ditengah
jalan, bahkan bila kesusahan. Kita tidak boleh berhenti. Lanjutkanlah hidup!
Ingat. Orang tua menunggu kabar kita sampai tujuan. Teman perjalanan boleh
berganti. Berbaik hatilah karena mereka sampat menemani. Tapi, Tuhan hanya
memilih seseorang untuk teman hidupmu. Percayalah.
I’m fun if you fine. I’m fine if you fun.
Banyak jerawat nih. Mitosnya sih itu tanda kangen.
Bohong! Jangan percaya! Kalau itu benar, maka tak setitik pun wajah ini
melainkan tertutupi semua oleh jerawat. Rinduku tak punya alat ukur. Maka
rinduku yang manakah yang engkau dustakan?
Aku suka permainan ini, kehidupan ini. Apabila kau
mendapatiku terdiam, bukan berarti aku tidak menikmati. Aku akan tersenyum
bahkan tertawa walau aku sedang kepayahan. Cepat atau lambat, aku harus belajar
rela dan ikhlas atas kehendak-Nya.
Iya. Kita memang tidak bisa menyalahkan perasaan,
apalagi Sang Pemberi Perasaan. Salahkan kamu yang menyikapinya saja.
Kalian nanya ada apa dengan kami? Hhhhhmmmmm aku
bukan siapa-siapanya dia, dan dia? Bukan siapa-siapanya aku.
Mata ini lelah, memelas untuk istirahat. Tapi,
telinga ini masih kuat untuk menunggu ucapan tidur darimu.
Tak ada yang lebih sepi dibandingkan aku ngocoblak
dan kamunya jempe.
Dan sesuatu yg tidak berbentuk namun mempunyai berat
adalah ngantuk dan rindu. Aku mau tidur untuk kantuku dan obat rindu ala mimpi.
Buku apa yang kamu baca? Aku suka pemikiranmu!
Pengalaman apa yang kau dapat? Aku suka sikapmu! Aku suka cara kamu memandang
dunia, aku suka cara kamu menyikapi kehidupan. Oh, aku suka kamu!
Aku pernah merasakan diperhatikan dan memperhatikan,
saling menyapa, saling merindu, saling menyukai, bahkan saling cemburu.
Seolah-olah kami seperti sepasang kekasih. Tapi sekarang aku tak tau apa yang
terjadi. Hanya merasa kehilangan.
Kenapa kau ditutupi selimut? Apakah kau kedinginan?
Oh tentu tidak. Mungkin kau tak ingin melihatku. Kalau begitu aku titip salam,
“ selamat pagi”. Tolong sampaikan ke seseorang yang menutupi dirinya dibalik
selimut.
Dan apalah arti rinduku, cemburuku bila itu hanya
mengikis kebahagianmu. Cukup aku yang merasakan kekurang-nyamanan ini. Cukup
seorang. Aku saja.
Melihatmu sedih membuatku sedih juga. Kau adalah
bukti ketidak-becusanku membahagiakan seseorang.
Laki-laki itu berjuang diawal. Perempuan itu
berjuang ditengah. Karena akhir adalah milik Tuhan. Jika kamu mampu,
berjuanglah! Tapi jangan banyak ngeluh. Jika tdk mau berjuang, pergilah! Tak
ada jaminan seseorang itu adalah jodohmu. Jangan memandang rendah seseorang
karena 1 sudut pandang saja.
Hanya karena perubahan kamu menyalahkan orang lain?
Hanya karena lelaki berjuang diawal, perempuan menyalahkannya? Lelaki pernah
berjuang, perempuan punya giliran di tengah. Diakhir adalah urusan Tuhan. Jika
tak mau berjuang, tinggalkan saja. Tapi ingat! Jangan salahkan.
Inilah aku dan permainanku, akan aku beritahu tutorial game dsb hingga kau menjadi jelas. Jika kau mau ikutan, aku akan set – new game – multiplayer. Nanti kau akan mendapati checkpoint dari apa yang telah kita jalani, kita bisa save dan load game sesuka kita. Tergantung kita, apakah kita termasuk pasangan player yang akan game over/ menyelesaikan ini. Permainan (kebahagiaan) itu aku sebut “hubungan”.